Dengan adanya car seat ini dapat meringankan luka seperti cedera kepada balita apabila terjadi kecelakaan. Sayangnya kesalahan penggunaan car seat masih saja terjadi
Anda juga? Baca sampai tuntas!
Table of Contents
Kesalahan Penggunaan Car Seat
Nah, hal lain yang disangkan adalah banyak juga loh yang masih melakukan kesalahan dalam penggunaan car seat. Sehingga, ketika terjadi kesalahan penggunaan car seat tentu saja perlindungan juga tidak akan maksimal.
Baca Juga
Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana sih penggunaan car seat yang benar. Jangan sampai ada kesalahan penggunaan car seat, sehingga membuat balita tidak nyaman juga duduk di car seat.
Yuk mom, simak artikel ini sampai selesai untuk menghindari kesalahan penggunaan car seat. Berikut adalah ulasan lengkapnya untuk mom. Selamat membaca!
Meletakkan Car Seat di Kursi Depan
Posisi yang baik untuk meletakan car seat adalah pada posisi belakang. Tepatnya di belakang kursi pengemudi, sehingga orang tua dapat memantau dari kaca spion.
Kenapa sih harus di kursi belakang, kenapa tidak di kursi depan? Jadi, posisi ini dinilai aman untuk melindungi bayi dari benturan atau terpental ke depan saat kecelakaan terjadi.
Selain itu, perlu diingat bahwa kursi penumpang bagian depan terdapat air bag yang dapat sewaktu-waktu mengembang ketika terjadi benturan pada mobil. meletakkan mengarah ke depan dan mendudukkan mereka di kursi penumpang akan sangat berbahaya untuk anak berusia 0 bulan-2 tahun, terlebih saat terjadi kecelakaan.
Untuk itu sebaiknya, gunakan kursi konvertibel, yang bisa menghadap ke belakang dan ke depan. Lalu, pastikan Anda mendudukan anak di mobil sesuai dengan usia mereka. Dimana meletakan car seat di kursi belakang usahakan setidaknya sampai anak paling tidak hingga anak berusia dua tahun.

Tidak Memasang Car Seat dengan Benar
Ya, kesalahan umum yang sering ditemukan diantarannya adalah kursi tidak terpasang atau terkunci dengan benar.
Hal ini dapat dilihat dari posisi kursi yang bergoyang atau berpindah posisi ketika melewati jalan yang tidak rata. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat membaca buku panduan dengan teliti sehingga pemasangan sesuai.
Selain itu, kesalahan tidak hanya dalam posisi car seat namun juga posisi anak. Mungkin ini sering terjadi pada bayi, sebab mereka belum leluasa bergerak sehingga orang tualah yang memposisikan mereka.
Anak-anak yang berumur 0 bulan-2 tahun lebih rentan mengalami implikasi kesehatan akibat posisi dudukan yang kurang tepat. Selain itu, kesalahan dalam mengatur posisi duduk (reclining) juga sering ditemukan.
Bayi dibawah satu tahun sebaiknya diletakkan pada kursi yang kemiringan sandarannya tidak lebih dari 45 derajat dari posisi duduk tegak, sehingga tidak membahayakan tungkai dan tulang belakangnya.
Selain itu, pastikan sabuk pengaman terpasang dengan kencang untuk melindungi anak agar tidak terjatuh saat mobil berhenti mendadak. Namun tetap perhatikan pula kenyamanan anak.

Kualitas Car Seat yang Digunakan
Jadi, tidak sedikit orang tua yang menggunakan car seat bekas karena harganya yang murah dan merasa masih layak pakai.
Namun, taukah kalian mom, bahwa car seat memiliki masa kadaluarasanya? Ya, masa berlaku pemakaian car seat minimal 6 tahun dari tanggal produksi pabrik. Jika bersikeras ingin tetap menggunakannya, kemungkinan ada bagian car seat yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
Jadi, apabila Anda membeli produk bekas atau second bisa saja produk yang Anda beli sudah melewati masa pemakaian, mengalami kerusakan, dan kehilangan bagian yang tidak terlihat. Jadi, pastikan Anda membeli produk yang sudah terjamin kualitasnya agar bisa lebih aman buat anak tercinta.
Ukuran Car Seat Tidak Sesuai
Jadi, pada umumnya ada dua kategori car seat yang dijual di pasaran, yakni car seat untuk newborn dan car seat untuk balita 2 hingga 5 tahun.
Meski demikian, sebaiknya gunakan car seat sesuai dengan berat badan anak. Car seat untuk bayi dapat digunakan hingga anak dengan berat badan 15 kg. Selain memiliki fitur yang berbeda, ukuran car seat yang tidak sesuai mempengaruhi kenyamanan anak selama berkendara.
Jadi, hindari penggunaan car seat yang sama dari anak bayi sampi balita. Gantilah car seat sesuai dengan kebutuhannya ya, moms.

Tidak Melepas Pakaian Luar Anak
Tidak melepas pakaian luar anak juga merupakan kesalahan. Lah, kenapa sih dapat menimbulkan bahaya? Sebab hal ini sering kali membuat sabuk pengaman tidak dapat mengikat tubuh secara maksimal.
Oleh karena itu, ada baiknya untuk memasangkan jaket dan selimut pada bagian luar, setelah seatbelt terpasang secara benar. Maka dari itu penting untuk melepaskan pakaian luar dan selimut yang melindungi tubuh anak. Sehingga, seatbelt dapat terpasang dengan maksimal.
Itulah kesalahan penggunaan car seat yang sering terjadi. Meskipun terlihat sepele namun ternyata dapat berakibat tidak baik, ya moms. Untuk itu hindari hal- hal diatas ya, moms. Sehingga car seat dapat berfungsi secara maksimal untuk melindungi anak selama perjalanan dengan mobil.










