Saat ini banyak mobil lebih memilih menggunakan angin nitrogen untuk mengisi angin pada ban. Hal ini tidak hanya karena berbagai keunggulan dari nitrogen tersebut, Namun juga karena mudah untuk didapatkan.
Hampir setiap SPBU menyediakan jasa isi angin nitrogen. Jadi, tidak heran jika semakin banyak pemilik mobil yang menggunakan jenis ini untuk mengisi angin di ban mereka.
Tapi, dibalik kelebihan tentu saja ada kekurangannya. Nah, termasuk angin nitrogen ini. Jelas ada kekurangannya jika digunakan untuk ban mobil.
Baca Juga
Artikel kali ini akan mengulas secara lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan menggunakan angin nitrogen pada ban mobil. Yuk, simak mengenai ulasan lengkapnya!
Table of Contents
Kelebihan Menggunakan Angin Nitrogen
Sebelum kita membahas mengenai kelebihan dari angin nitrogen, mari kita ketahui terlebih dahulu apa sih angin nitrogen itu? Nitrogen merupakan gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya.
Berbeda dengan angin biasa, kandungan gasnya masih ada air. Sehingga di atas kertas angin nitrogen lebih ringan dibandingkan dengan angin biasa. Memang, zat pada nitrogen ini cenderung lebih tahan lama.
Hal tersebut dikarenakan zat ini lebih dingin dibandingkan udara yang biasa. Selain itu, bobot angin nitrogen juga lebih ringan karena tidak mengandung air. Hal inilah yang membuat anginnya lebih ringan.

Jika membaca penjelasan di atas, tentu saja hal terseut merupakan salah satu keunggulan dari angin nitrogen. Lalu, apa lagi keunggulan dari angin jenis ini? Berikut adalah ulasan lengkapnya untuk Anda.
1. Membuat Bahan Bakar Lebih Efisien
Ternyata menggunakan nitrogen dapat berpengaruh pada pengeluaran bahan bakar, loh. Yups, ketika Anda menggunakan angin nitrogen untuk ban mobil Anda maka dapat membuat bahan bakar mobil lebih irit.
Hal ini karena tekanan nitrogen pada ban jauh lebih optimal. Sehingga membuat permukaan ban yang menempel ke jalan jadi lebih sempurna. Bahkan bahan bakar bisa hemat sampai 3,3%. Sedangkan berbeda ketika menggunakan angin biasa pada ban, dimana tidak akan begitu berpengaruh karena molekul yang terdapat di dalamnya tidak memberikan tekanan optimal.
2. Lebih Aman Untuk Ban Mobil
Menggunakan nitrogen diyakini lebih terjamin dari segi keamanan. Hal ini disebabkan karena suhu pada angin nitrogen lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan oksigen. Sehingga membuat angin yang ada di dalam ban lebih stabil alias tidak naik turun.
Dengan demikian, maka ban tersebut akan terhindar dari risiko meletus akibat kepanasan yang berlebih.
Apalagi perlu diingat bahwa iklim tropis di Indonesia membuat suhu jalanan bisa cenderung memiliki panas berlebih sehingga membahayakan ban. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan nitrogen.
3. Ban Lebih Awet
Menggunakan angin nitrogen bisa membuat ban mobil menjadi lebih awet. Ya, hal ini karena suhu yang disebabkan oleh angin nitrogen. Jadi, suhu ban saat menggunakan nitrogen lebih rendah serta stabil sehingga permukaan dalam ban menjadi lebih awet karena tidak menerima panas yang berlebihan.
Jadi kondisi karet ban tetap awet, tidak cepat habis, dan tetap empuk seiring Anda gunakan setiap hari. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa, Berbeda saat anda menggunakan angin oksigen yang bisa menyebabkan karet ban menjadi cepat habis serta keras karena proses oskidasi yang terjadi di dalamnya.

4. Stabilitas Mobil Maksimal
Menggunakan nitrogen bisa membuat stabilitas mobil jadi maksimal. Hal ini karena partikel molekul pada nitrogen lebih besar dibandingkan dengan molekul udara pada oksigen sehingga sulit untuk bisa keluar dari pori-pori ban itu sendiri.
Mengingat stabilitas mobil sangat penting, sebab ketika stabilitas mobil buruk karena ban yang digunakan juga kurang bagus, maka keselamatan Anda beserta keluarga bisa terancam. Jadi bukankah beruntung, jika stabilitas mobil Anda bisa tetap maksimal dengan ban diisi nitrogen.
Kekurangan Menggunakan Angin Nitrogen
Nah, setelah membahas mengenai berbagai macam kelebihan angin nitrogen, mari kita bahas mengenai kekurangannya juga dari jenis angin in untuk ban mobil Anda. Yuk, langsung saja simak mengenai kekurangannya.
1. Cepat Habis Ketika Musim Hujan
Kekurangannya akan Anda rasakan ketika musim hujan tiba. Ya, meski angin jenis ini sangat bersahabat dengan musim panas, namun tidak dengan musim hujan.
Jadi, Angin nitrogen saat cuaca sedang dingin atau musim hujan akan seperti menjadi musuh. Hal ini karena air atau suhu udara yang rendah lebih menyerap nitrogen itu sendiri dibanding saat panas.
Sehingga perputaran ban saat musim dingin bisa menjadi lebih berat karena tekanan angin berkurang. Memasuki musim hujan angin nitrogen harus sering dilakukan pengecekan minimal 1 minggu sekali.
Angin tersebut cukup bersahabat dengan udara panas namun akan menciut saat musim hujan atau dingin.
2. Biaya Pengisian Lebih Mahal
Biaya pengisian yang lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan angin biasa. Biaya untuk menambah atau menguras angin nitrogen ini harganya lebih mahal dibanding angin biasa.

Kalau angin biasa mungkin penambahan 4 ban mungkin hanya berkisar Rp10 ribuan. Tetapi untuk menambah nitrogen ini berkisar Rp4 ribu sampai Rp5 ribuan per satu ban. Jika ditotal, maka untuk keempat ban bisa mengeluarkan biaya Rp20 ribu.
Angka ini sebenarnya masih termasuk cukup murah. Tapi, kalau ban mengalami bocor halus tentu cukup menyebalkan untuk mengeluarkan uang Rp20 ribu setiap minggu demi menambah angin.
3. Sulit Ditemukan Di luar SPBU
Nitrogen mungkin akan mudah ditemukan di setiap SPBU, namun, sayangnya angin nitrogen masih sulit didapatkan jika di luar SPBU. Jadi, jika Anda ingin mengisi ulang harus mencari SPBU terlebih dahulu.
Mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah ketika untuk kegiatan sehari- hari. Namun, jika Anda bepergian dan mengalami masalah ban tentu hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri untuk mendapatkan angin nitrogen.
Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan angin nitrogen pada ban mobil Anda. Jadi, jenis angin apa yang Anda gunakan saat ini? Yang paling penting, apapun jenis anginnya, jangan sampai Anda melupakan perawatan untuk ban mobil, ya. Sebab hal ini juga tidak kalah penting agar ban berusia panjang.










