Air kolam renang jernih bisa jadi daya tarik semua orang. Ini bahkan jadi parameter orang ketika ingin pergi ke sebuah kolam renang wisata.
Menjaga kejernihan air kolam renang memang butuh perhatian dan dilakukan dengan teliti. Karena salah saja dalam treatmennya bisa jadi air akan dipenuhi kotoran.
Di sini kita akan membahas apa saja yang perlu anda lakukan untuk memastikan air kolam renang jernih sepanjang waktu.
Baca Juga
Table of Contents
Mengapa Air Kolam Renang Harus Jernih?
Air kolam renang harus jernih karena air yang butek menandakan adanya kotoran di kolam renang. Kotoran ini tidak hanya tidak enak dilihat tapi juga bisa menyebabkan penyakit.
Kotoran yang paling sering ada di kolam renang adalah ganggang hijau. Mikroorganisme ini bisa menyebabkan masalah pencernaan jika anda menelan air yang mengandungnya.
Selain itu kalau terkena kulit juga bisa gatal. Ini karena mikroorganisme tersebut punya zat yang bisa membuat kulit kita iritasi.
Dan yang terakhir mengapa air kolam renang harus jernih adalah soal keamanan. Pernah lihat bagaimana Tim SAR menyelamatkan orang yang tenggelam di sungai atau danau? Berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menemukan korban?
Kita tidak pernah mengharapkan kejadian tenggelam di kolam renang, apapun penyebabnya. Namun air kolam renang yang jernih akan memudahkan pencarian korban yang tenggelam di kolam renang.
Tips Air Kolam Renang Jernih
Perawatan kolam renang secara rutin saja tidak cukup. Langkah melakukannya akan kita jelaskan di sini. Namun anda juga perlu memperhatikan beberapa poin ini untuk memastikan kejernihan air kolam renang.
1. Melakukan Perawatan Kolam Renang Rutin
Kita tidak perlu lagi menjelaskan mengapa harus melakukan perawatan kolam renang. Ini sama seperti anda menyapu atau mengepel rumah. Kalau tidak dilakukan secara rutin dan teratur bisa dipastikan rumah anda bakal penuh dengan debu.
Kita akan menjelaskan apa saja yang perlu anda lakukan untuk melakukan perawatan kolam renang tersebut. Yang paling utama adalah melakukan vacuum kolam renang. Selain itu juga sesekali sikat kolam renang anda.
Lakukan vacuum kolam renang paling minimal seminggu sekali. Kalau kotorannya sulit dihilangkan baru anda bisa menyikat kolam renang.
Selanjutnya jangan lupa gunakan chemical atau obat kolam renang. Gunakan kaporit untuk mencegah pertumbuhan ganggang hijau.
Abda juga perlu menjaga kadar klorin dalam kaporit tersebut. Idealnya adalah 1,5 ppm. Gunakan alat uji untuk memeriksa kandungan klorin tersebut.
Selain klorin anda juga perlu menjaga pH kolam renang ideal, yakni antara 7,2 hingga 7,8. Masih sama, gunakan alat uji untuk memeriksanya.
Kalau pH di bawah kisaran tersebut anda bisa menaikannya menggunakan Soda Ash. Kalau di atas kadar tersebut bisa anda naikkan menggunakan HCL.
2. Menyalakan Sirkulasi Kolam Renang Secara Teratur
Sirkulasi kolam renang berfungsi memastikan air kolam renang bisa dibersihkan dalam filter. Sirkulasi kolam renang sendiri ada dua, overflow dan skimmer.
Sirkulasi overflow adalah sistem yang membuat air nampak meluber ke sisi kolam. Di sisi tersebut ada gutter yang akan mengarahkan air ke balancing tank lalu ke filter. Guna balancing tank sendiri adalah untuk menjaga ketinggian air kolam renang.
Sementara skimmer adalah sirkulasi yang menggunakan skimmer box untuk menyaring kotoran besar sekaligus menjaga ketinggian air, seperti balancing tank.
Skimmer box tidak sebesar balancing tank dan letaknya di bibir kolam renang. Karena itu sistem sirkulasi seperti ini biasanya untuk kolam renang yang kecil.
Dengan kata lain sistem ini untuk memastikan semuanya terus bergerak. Air yang bergerak pun tidak disukai oleh mikroorganisme.
Namun menyalakan sistem sirkulasi kolam renang juga perlu anda atur waktunya. Idealnya adalah 8 jam sehari.
Kalau kolam renang sering digunakan bisa sampai 10 hingga 12 jam. Namun kalau kolam renang jarang digunakan anda bisa memangkasnya hingga 5 jam sehari.
Waktu sirkulasi kolam renang ini juga tergantung ukuran dan bentuk kolam renang anda. Semakin besar dan banyak kombinasi bentuk yang bermacam-macam, dibutuhkan waktu lebih lama.
3. Penyimpanan Peralatan Renang yang Baik
Jangan lupa selalu menyimpan peralatan kolam renang pada tempatnya. Misalnya vacuum dan telescopic handlenya. Setelah digunakan simpan kembali ke ruangan tersendiri.
Begitu juga jika anda punya mainan kolam renang seperti ban dan semacamnya.
Ini dilakukan karena material alat-alat tersebut bisa terkikis akibat air kolam renang yang mengandung banyak bahan kimia.
Jika materialnya terkikis, seperti cat atau lapisan karet pada ban, akan membuat warna air kolam renang tidak lagi jernih. Dan masalah kesehatan pun bisa mengintai kalau terkena tubuh.
4. Selalu Pakai Baju Renang Saat Berenang
Prinsipnya hampir sama ketika anda meletakkan peralatan di dalam kolam renang. Pakaian, baik itu baju atau celana biasa, yang anda gunakan ketika berenang materialnya bisa terkikis.
Sementara pakaian renang sendiri dibuat menggunakan material yang tahan terhadap bahan kimia di kolam renang. Jadi pakaian ini tidak mudah luntur.
Manfaat lainnya kalau anda memakai pakaian renang adalah lebih mudah bergerak. Kaos atau celana lebih mudah menyerap air. Anda akan terasa berat ketika berenang.
Sementara pakaian renang biasanya tips dan elastis. Air lebih mudah keluar masuk pakaian dan akan meningkatkan kecepatan renang anda.
5. Gunakan Cover Kolam Renang Bila Perlu
Di daerah tertentu dengan curah hujan tinggi atau berangin kencang, disarankan menggunakan cover kolam renang jika fasilitas ini tidak digunakan.
Hujan dan angin bisa membawa kotoran ke kolam renang. Ini akan membuat air kolam renang jernih jadi terancam. Akibatnya sama seperti anda tidak melakukan perawatan kolam renang dengan baik.
Apakah Perlu Mengganti Air Kolam Renang?
Andaikata air kolam renang anda tidak jernih alias kotor. Apakah anda perlu mengganti airnya dengan menguras kolam renang?
Ini masih jadi pertanyaan yang banyak diajukan pemilik kolam renang. Jawabannya adalah tergantung seberapa kotor kolam renang tersebut.
Yang pertama perlu ditekankan adalah air kolam renang tidak ada batas kadaluarsanya. Ini karena air terus berputar ke filter kolam renang. Kotoran akan senantiasa disaring di sini.
Selain itu penggunaan bahan kimia juga akan menjaga kualitas air kolam renang tersebut.
Mungkin banyak literatur yang menyebut air kolam renang sebaiknya diganti per 5 atau 10 tahun. Namun kalau kondisinya baik-baik saja sebetulnya tidak perlu dilakukan.
Kembali ke pembahasan kapan sebaiknya air kolam renang diganti. Ini dilakukan jika kolam renang anda kotor sekali. Misalnya karena kebanjiran.
Banjir tidak hanya membawa air yang kotor, namun juga lumpur. Bahkan bisa lebih banyak lumpur ketimbang airnya.
Lumpur yang menumpuk saat banjir tidak mungkin disaring filter kolam renang. Jadi anda perlu menguras air kolam renang lalu membersihkan lumpur tersebut.
Banjir juga berpotensi membuat kolam renang bocor. Jadi setelah menguras dan membersihkan lumpurnya, sebaiknya periksa kondisi kolam renang apakah ada retakan. Retakan ini bisa mengindikasikan adanya kebocoran.








